Dunia Sementara Akhirat Selamanya
Bismillahirohmannirohim...
Allah Swt menciptakan Dunia ini untuk kita Manusia.
Namun kita di Ciptakan oleh Allah bukanlah untuk Dunia ini
Allah Swt menciptakan kita adalah untuk kehidupan Akhirat yang Selama-lamanya
Ketetapan Allah bahwasanya Dunia ini hanyalah Sementara saja
Apa saja yang ada di dunia, siapa saja yang berada di Dunia hanya Sementara saja
Kaya di Dunia Kaya yang Sementara
Miskin di dunia miskin pun yang Sementara
Jadi Raja di Dunia raja yang Sementara
Jadi Rakyat pun Sementara saja
Bismillahirohmannirohim...
Allah Swt menciptakan Dunia ini untuk kita Manusia.
Namun kita di Ciptakan oleh Allah bukanlah untuk Dunia ini
Allah Swt menciptakan kita adalah untuk kehidupan Akhirat yang Selama-lamanya
Ketetapan Allah bahwasanya Dunia ini hanyalah Sementara saja
Apa saja yang ada di dunia, siapa saja yang berada di Dunia hanya Sementara saja
Kaya di Dunia Kaya yang Sementara
Miskin di dunia miskin pun yang Sementara
Jadi Raja di Dunia raja yang Sementara
Jadi Rakyat pun Sementara saja
Jom Tengok Macam Macam TV yg Percuma termasuk tv1/2 dan lagi lagi
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Wednesday, September 19, 2012
Kalu sudah menjadi kebiasaan kerja yang berat dan susah akan jadi senang ..namun kalau kerja senang kalau tak biasa akan jadi susah ..berat yang ditanggung akan jadi biasa bila terbiasa menghadapi rintangan ...so ..dugaan dan halangan itu adalah pemanis dalam meniti jambatan hidup .........
Labels:
Renungan
Tuesday, March 8, 2011
Teguran Itu Penting...bukan mengata dan mempersenda !!
"Orang yang dapat menegur orang lain adalah orang yang sedia menerima teguran orang lain"
Ayat diatas adalah antara kata-kata cerdik pandai mengenai orang yang menegur dan ditegur. Teguran boleh berlaku di mana-mana, berlaku di dalam pemerintahan kerajaan, di dalam syarikat-syarikat, di dalam persatuan-persatuan, di sekolah.
Teguran boleh dibahagi kepada dua secara asasnya, teguran yang membina dan yang statik dan jumud. Manusia keseluruhannya mengharapkan teguran yang membina bukan yang statik. Tetapi tidak kurang juga yang tidak lansgsung suka ditegur.
Sifat manusia yang diketahui ialah, hanya bersedia ditegur apabila dia yang membutuhkan teguran tersebut. Contohnya, Si A pergi ke Si B dan ingin meminta teguran atau nasihat, ketika itu apa sahaja yang dikatakan oleh Si B akan di dengari dengan berlapang dada.
Lain pula sekiranya seseorang yang tidak membutuhkan teguran, tiba-tiba ditegur. Hanya setengah orang yang berjiwa besar sahaja yang boleh menerima teguran spontan tersebut, Manakala yang berjiwa kecil, akan terasa dan terus terseksa hati.
-Orang yang Menegur-
Manusia memang tidak pernah lari daripada melakukan kesalahan, yang berbeza hanya banyak dan sedikit. Tetapi biarlah orang yang cuba menegur tersebut adalah orang yang minimum kesalahannya supaya teguran yang diberikan itu bersifat trully dan hidup.
Jangan jadi seperti ketam yang mengajar anaknya berjalan lurus. Sesuatu yang agak pelik apabila penagih dadah tegar mengajar atau menegur orang lain pergi ke masjid, walhal mereka sendiri masih terkontang kanting ditepi longkang dalam kotak.
Sebab itu kalau kita suka menegur, kita mesti pastikan teguran itu di tuju ke arah kita terlebih dahulu, kemudian baru ke orang lain.
-Orang yang Ditegur-
Teguran itu kebiasaannya bersifat membina, kerana apa yang tidak kita sedar kadang-kadang orang lain sudah sedar terlebih dahulu, persepsi kita lain, persepsi orang, lain. Sebab itu apabila ditegur, jangan terlalu cepat melenting dan menolak teguran tersebut. Kalau begitu, anda adalah orang paling rugi, kerana anda berpeluang membina diri anda tetapi awal-awal lagi anda sudah merobohkannya.
Kata Hukama, "Orang biasa akan marah apabila dikritik oleh orang lain, manakala orang yang mulia ialah mereka yang memperbaiki diri daripada kritikan orang lain. Seharusnya begini lah resam kehidupan kita".Manusia memerlukan 'cermin' bagi bagi meneliti diri. Orang disekeliling adalah cermin bagi kita. Cuba bayangkan anda bercukur misai tanpa bercermin. Bukankah susah?.
Yang Paling Penting
Setiap orang yang menegur pasti sedia juga ditegur. Ramai yang tidak mampu lakukan ini. Hanya suka menegur tetapi tidak pula suka ditegur. Sebab itu penting apabila menegur isyaratkan terlebih dahulu, teguran itu adalah terlebih dahulu untuk diri sendiri.
Ingat! Apabila anda menuding jari terhadap kesilapan orang lain, sebenarnya 3 jari anda telah menuding kepada diri anda sendiri. Itu adatnya.
Labels:
Renungan
Sunday, March 6, 2011
Terima Kasih Je !!!!
Terima kasih, musuh…! andainya aku ada musuh ..sekadar mencoret hebatkah kita !! hak kitakah menilai orang !! betulkah tindakan kita !! buat keja tu !!! takyah kutuk orang !!! dosa tak terampun ..mati kita ...banyak sgtkah pahala yg kita kumpulkan tuuu ....takyahlah nak mengata orang !! takde manfaat !!! dosa dapat !! setakat nak meyedapkan mulut !!! takyah jaga tepi kain orang ......tak terampun dosa anda !!!
apapon terima kasih lah juga sebab !!!
Engkau mengajariku bagaimana mendengar kritik yang pedas tanpa harus merasa galau. Engkau mengajariku bagaimana harus terus melangkah di jalan yang telah kutempuh tanpa ragu, meski kadang aku harus mendengar kata-kata yang kurang pantas atau tidak layak. Sungguh, ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran yang tidak bisa didapatkan secara teori, bahkan oleh seseorang yang telah berupaya dan berupaya. Sampai kemudian Allah mendatangkan orang lain sebagai pelatih, yang memaksa meneguk pil pahit untuk ditelan tanpa muntah , agar terbiasa untuk selanjutnya.
Terima kasih, musuh…!
Engkaulah penyebab lahirnya pendisiplinan diri; agar diri tidak hanyut oleh pujian para pemuji. Sungguh, Allah menjadikanmu sebagai penyeimbang. Agar, seseorang tidak tertipu oleh pujian, atau sanjungan orang yang berlebihan, atau ujub yang tidak pada tempatnya, dari para pengagum yang hanya melihat kebaikan dan kebaikan belaka. Berbeda dengan engkau! Engkau tidak melihat kecuali dari sisi lain. Atau, engkau sejatinya melihat kebaikan tapi engkau buat ia menjadi buruk.
Terima kasih, musuh…!
Engkau telah mencela lisan-lisan pembela kebenaran, menyerangnya, juga menentangnya, yang karenanya mengobarkan sikap pembelaan yang hebat.
Jika bukan karena nyala api yang membakarnya
Aroma harum kayu gaharu takkan ada yang tahu...takkan berkilau emas tanpa disepuh sepuh api membara .....
Terima kasih, terima kasih! Engkau mempunyai kelebihan –sekalipun tidak engkau inginkan– dalam menciptakan iklim keseimbangan, juga objektifnya sebuah pemikiran. Kadang, manusia meletakkan al-haq melampaui kadarnya. Dan engkau, menjadi penyebab ditegakkannya keseimbangan. Penyebab adanya evaluasi dan perbaikan. Maka, janganlah engkau diperbudak kemarahan atas sebab penolakanmu. Sebab seseorang, jika kepentingan telah masuk, tak dapat lagi melihat dan berpikir jernih. Yang tersisa hanya menolak dan menentang. Tak ada lagi ketenangan dan kehati-hatiaan dalam dirinya. Tak ada lagi kecermatan dalam memandang pendapat orang yang berbeza dengannya. Padahal, boleh jadi yang berbeza itu benar, meski hanya sedikit.
Terima kasih, musuh…!
Sungguh, Engkau telah mengasah semangat, menciptakan tantangan, membuka arena, dan menggelar kompetisi. Hingga setiap orang benar-benar terobsesi memenangkan dirinya, berambisi meningkatkan dirinya, untuk meraih kedudukan yang tinggi nan utama. Ya, berlumba adalah sunnah syar’iyah, adalah ketentuan Rabbani. Bukankah Allah berfirman, “Maka, pada yang demikian itu hendaklah manusia mau berlumba.” Tentu, kemuliaan sebuah perlumbaan, didasarkan pada tata-cara yang mulia, tujuan yang benar, media yang sihat, serta rongga yang bersih.
Terima kasih, musuh…!
Engkaulah yang menempa kami untuk berlatih bertatatih bersabar, berlatih bertatih tabah dalam menghadapi cubaan, dan berlatih membalas keburukan dengan kebaikan sekaligus penolakan.
Terima kasih, musuh…!
Ya, timbangan kebaikan seseorang kelak, kadang bukan buah dari amal soleh yang ia lakukan. Tetapi, ia buah dari kesabaran, buah dari bersikap baik, buah dari ridha atas ketentuan-Nya, buah dari bersikap memaafkan… Musuhku…, aku sadar betul bahwa sebagian dari kata-kata ini membuatmu tidak berkenan, atau bahkan terasa menyesakkan hati. Tapi, sungguh saya tidak bermaksud membuatmu begitu. Sejujurnya saya katakan, engkau adalah teman sejati. Engkau adalah saudaraku seagama, sekalipun terdapat perbezaan pendapat di antara kita. Kalau saja kita mahu melihat titik persamaan, cukup banyak yang bisa kita temukan.
Terima kasih kepada semua orang yang telah mencemuhku dan memberi gelar buruk kepadaku. Karena itulah aku belajar bagaimana teknik dan cara untuk menjadi orang yang kamu semua inginkan. Meskipun aku tidak pernah menerapkannya.
Terima kasih kepada orang yang pernah menganggap aku gila. Dari sinilah aku bisa mengerti mengapa orang bisa menjadi gila dan aku mendapat ilmu untuk tidak menjadi gila.
Terima kasih kepada orang yang pernah menikamku dari belakang. Dikau telah mengajarkan kepadaku tentang kewaspadaan dan kehati – hatian.
Terima kasih kepada teman – temanku yang selalu mendukungku. Kalian semua telah menyalakan kobaran semangat dalam diriku, meski terkadang aku meredupkannya.
Terima kasih kepada semua yang telah hadir dan simpati kepadaku. Memberi warna dalam hidupku dan mencurahkan secercah perhatian untukku.
Hidup terkadang memang harus melawan arus, meski kenyataannya tidak selalu memberi kegembiraan untuk dijalani. Dari semua yang ada aku bisa belajar beza, karena aku memang beza dan terlahir berbeza.
banyak belajar dari secebis kata ..kalau bukan kita siapa ..kalau bukan siapa ...buat selagi termampu ...kerana ia adalah perjuangan sebelum lena tanpa degupan nadi .....
apapon terima kasih lah juga sebab !!!
Engkau mengajariku bagaimana mendengar kritik yang pedas tanpa harus merasa galau. Engkau mengajariku bagaimana harus terus melangkah di jalan yang telah kutempuh tanpa ragu, meski kadang aku harus mendengar kata-kata yang kurang pantas atau tidak layak. Sungguh, ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran yang tidak bisa didapatkan secara teori, bahkan oleh seseorang yang telah berupaya dan berupaya. Sampai kemudian Allah mendatangkan orang lain sebagai pelatih, yang memaksa meneguk pil pahit untuk ditelan tanpa muntah , agar terbiasa untuk selanjutnya.
Terima kasih, musuh…!
Engkaulah penyebab lahirnya pendisiplinan diri; agar diri tidak hanyut oleh pujian para pemuji. Sungguh, Allah menjadikanmu sebagai penyeimbang. Agar, seseorang tidak tertipu oleh pujian, atau sanjungan orang yang berlebihan, atau ujub yang tidak pada tempatnya, dari para pengagum yang hanya melihat kebaikan dan kebaikan belaka. Berbeda dengan engkau! Engkau tidak melihat kecuali dari sisi lain. Atau, engkau sejatinya melihat kebaikan tapi engkau buat ia menjadi buruk.
Terima kasih, musuh…!
Engkau telah mencela lisan-lisan pembela kebenaran, menyerangnya, juga menentangnya, yang karenanya mengobarkan sikap pembelaan yang hebat.
Jika bukan karena nyala api yang membakarnya
Aroma harum kayu gaharu takkan ada yang tahu...takkan berkilau emas tanpa disepuh sepuh api membara .....
Terima kasih, terima kasih! Engkau mempunyai kelebihan –sekalipun tidak engkau inginkan– dalam menciptakan iklim keseimbangan, juga objektifnya sebuah pemikiran. Kadang, manusia meletakkan al-haq melampaui kadarnya. Dan engkau, menjadi penyebab ditegakkannya keseimbangan. Penyebab adanya evaluasi dan perbaikan. Maka, janganlah engkau diperbudak kemarahan atas sebab penolakanmu. Sebab seseorang, jika kepentingan telah masuk, tak dapat lagi melihat dan berpikir jernih. Yang tersisa hanya menolak dan menentang. Tak ada lagi ketenangan dan kehati-hatiaan dalam dirinya. Tak ada lagi kecermatan dalam memandang pendapat orang yang berbeza dengannya. Padahal, boleh jadi yang berbeza itu benar, meski hanya sedikit.
Terima kasih, musuh…!
Sungguh, Engkau telah mengasah semangat, menciptakan tantangan, membuka arena, dan menggelar kompetisi. Hingga setiap orang benar-benar terobsesi memenangkan dirinya, berambisi meningkatkan dirinya, untuk meraih kedudukan yang tinggi nan utama. Ya, berlumba adalah sunnah syar’iyah, adalah ketentuan Rabbani. Bukankah Allah berfirman, “Maka, pada yang demikian itu hendaklah manusia mau berlumba.” Tentu, kemuliaan sebuah perlumbaan, didasarkan pada tata-cara yang mulia, tujuan yang benar, media yang sihat, serta rongga yang bersih.
Terima kasih, musuh…!
Engkaulah yang menempa kami untuk berlatih bertatatih bersabar, berlatih bertatih tabah dalam menghadapi cubaan, dan berlatih membalas keburukan dengan kebaikan sekaligus penolakan.
Terima kasih, musuh…!
Ya, timbangan kebaikan seseorang kelak, kadang bukan buah dari amal soleh yang ia lakukan. Tetapi, ia buah dari kesabaran, buah dari bersikap baik, buah dari ridha atas ketentuan-Nya, buah dari bersikap memaafkan… Musuhku…, aku sadar betul bahwa sebagian dari kata-kata ini membuatmu tidak berkenan, atau bahkan terasa menyesakkan hati. Tapi, sungguh saya tidak bermaksud membuatmu begitu. Sejujurnya saya katakan, engkau adalah teman sejati. Engkau adalah saudaraku seagama, sekalipun terdapat perbezaan pendapat di antara kita. Kalau saja kita mahu melihat titik persamaan, cukup banyak yang bisa kita temukan.
Terima kasih kepada semua orang yang telah mencemuhku dan memberi gelar buruk kepadaku. Karena itulah aku belajar bagaimana teknik dan cara untuk menjadi orang yang kamu semua inginkan. Meskipun aku tidak pernah menerapkannya.
Terima kasih kepada orang yang pernah menganggap aku gila. Dari sinilah aku bisa mengerti mengapa orang bisa menjadi gila dan aku mendapat ilmu untuk tidak menjadi gila.
Terima kasih kepada orang yang pernah menikamku dari belakang. Dikau telah mengajarkan kepadaku tentang kewaspadaan dan kehati – hatian.
Terima kasih kepada teman – temanku yang selalu mendukungku. Kalian semua telah menyalakan kobaran semangat dalam diriku, meski terkadang aku meredupkannya.
Terima kasih kepada semua yang telah hadir dan simpati kepadaku. Memberi warna dalam hidupku dan mencurahkan secercah perhatian untukku.
Hidup terkadang memang harus melawan arus, meski kenyataannya tidak selalu memberi kegembiraan untuk dijalani. Dari semua yang ada aku bisa belajar beza, karena aku memang beza dan terlahir berbeza.
banyak belajar dari secebis kata ..kalau bukan kita siapa ..kalau bukan siapa ...buat selagi termampu ...kerana ia adalah perjuangan sebelum lena tanpa degupan nadi .....
Labels:
Renungan
Selama ini adakah rezeki kita halal??
Kewajipan Cari Rezeki Halal walaupun dalam Kesempitan
HAKIKATNYA nasib manusia di dunia tidak sama dari segi kekayaan, penguasaan ilmu dan darjat kerana Allah mencipta keadaan itu supaya manusia saling memanfaatkan antara satu sama lain.
Namun, ia tidak bermakna yang mendapat kurang mesti berserah kepada takdir semata. Manusia diberikan akal untuk berfikir berusaha memenuhi keperluan hidup dan mencapai keadaan lebih baik dalam kehidupan seharian.
Teori ekonomi menyebut tiga keperluan asas manusia adalah makanan, pakaian dan tempat tinggal. Individu atau keluarga yang tidak mampu memenuhi keperluan asas tergolong sebagai amat daif dan memerlukan bantuan pihak lain untuk meneruskan kehidupan seharian.
Bagi umat Islam, dalam usaha mendapatkan keperluan asas atau kehendak lain, wajib diperoleh dengan cara halal. Kemiskinan bukan alasan untuk menghalalkan perbuatan yang salah.
Kemiskinan menghampirkan diri kepada kekufuran. Ia umpama bom jangka bila-bila masa boleh meletup menimbulkan malapetaka dalam masyarakat. Masyarakat yang lebih banyak didiami golongan miskin sentiasa berdepan situasi tegang, terancam dan cemas.
Perbuatan salah mendedahkan diri kepada keadaan yang lebih buruk. Pelakunya berdepan dengan hukuman buatan manusia di dunia ini dan di akhirat pula, akan menerima balasan lebih pedih, melainkan pelakunya sempat bertaubat dan melakukan banyak kebaikan.
Batasan haram dikecualikan hanya dalam keadaan terlalu terdesak atau darurat. Pun begitu, keadaan itu tidak berlaku di negara kita. Golongan miskin berpeluang mendapat bantuan daripada pihak kerajaan, swasta, badan bukan kerajaan dan penderma individu.
Justeru, tidak ada alasan untuk rakyat di negara ini mengatakan dia terpaksa melakukan perbuatan ditegah agama kerana terlalu terdesak untuk memenuhi keperluan hidup.
Rakyat Malaysia bernasib baik kerana peluang pekerjaan masih terbuka luas di negara kita. Berjuta-juta rakyat negara lain datang ke Malaysia mencari rezeki yang dikatakan sebagai lubuk emas.
Kekuatan rohani dan jasmani penting dalam usaha mencari rezeki. Kita mesti berfikir dengan positif dan gunakan kekuatan fizikal untuk melakukan usaha bersesuaian. Keyakinan terhadap kemampuan diri penting bagi menjana semangat melakukan usaha kebaikan.
Rasa keyakinan diri termasuk dalam erti bersyukur. Kita berasakan apa yang dikurniakan Allah dari segi kekuatan akal, fizikal, masa hidup dan peluang yang ada sebagai satu anugerah perlu dimanfaatkan sepenuhnya.
Ada individu serba kekurangan dari segi fizikal, tetapi dapat hidup berdikari. Mereka tidak menjadikan kecacatan sebagai alasan untuk mendapat simpati orang ramai. Justeru, mengapa pula individu yang sempurna fizikal tidak dapat melakukan lebih baik daripada itu?
Yakin diri lahir daripada individu yang mengenali kelebihan dan kelemahan diri sendiri. Kelebihan dianugerah Allah adalah amanah untuk melakukan kebaikan.
Individu yang mencipta kejayaan cemerlang memulakan usaha dengan yakin pada diri. Semangat berdikari dan tidak mudah menyerah kalah.
Jika berdepan masalah atau kegagalan, itu satu kenyataan yang mesti diterima dengan hati dan fikiran terbuka. Apa yang penting, jangan mudah patah semangat. Pertolongan Allah akan datang daripada segenap penjuru yang tidak disangka membantu mereka yang tidak berputus asa.
Firman Allah yang bermaksud: “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat serta pertolongan Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah, melainkan kaum yang kafir.” – (Surah Yusuf, ayat 87)
Biarpun Islam menggalakkan umatnya mencari harta, tetapi Islam melarang keras mengumpul harta melalui jalan yang salah. Harta diperoleh secara salah, tidak ada keberkatannya. Bila-bila masa ia akan bertukar menjadi satu bebanan dan hilang tanpa disangka.
Keberkatan bermaksud kebahagiaan hasil apa yang diperoleh atau dilakukan. Ia juga membawa maksud bertambah dan semakin baik. Harta yang diberkati akan terus berkekalan dan mencukupi untuk membiayai hidup walaupun jumlahnya sedikit saja.
Justeru, kita perlu berusaha dengan ikhlas dan mengikut jalan yang diredai Allah dengan sentiasa memohon keberkatan daripada-Nya. Tidak guna memperoleh kekayaan yang banyak, sedangkan tidak berkat.
Soal keberkatan tidak boleh diambil mudah. Biarlah tidak berpeluang memiliki harta banyak, asalkan apa yang dimiliki, biarpun sedikit tetapi diberkati. Kita perlu sentiasa bersyukur dengan apa yang dimiliki.
Firman Allah yang bermaksud: “Sesungguhnya jika bersyukur kamu, akan ditambahkan untuk kamu. Dan jika kufur kamu, sesungguhnya azab-Ku adalah sangat pedih.” – (Surah Ibrahim, ayat 7)
Justeru, jangan bersifat pasif dalam usaha mencari rezeki. Usaha mesti dilipat gandakan dan bersyukurlah dengan apa yang dikurniakan Allah. Manusia digalakkan supaya berdoa memohon kepada Allah untuk mendapat kehidupan lebih baik.
HAKIKATNYA nasib manusia di dunia tidak sama dari segi kekayaan, penguasaan ilmu dan darjat kerana Allah mencipta keadaan itu supaya manusia saling memanfaatkan antara satu sama lain.
Namun, ia tidak bermakna yang mendapat kurang mesti berserah kepada takdir semata. Manusia diberikan akal untuk berfikir berusaha memenuhi keperluan hidup dan mencapai keadaan lebih baik dalam kehidupan seharian.
Teori ekonomi menyebut tiga keperluan asas manusia adalah makanan, pakaian dan tempat tinggal. Individu atau keluarga yang tidak mampu memenuhi keperluan asas tergolong sebagai amat daif dan memerlukan bantuan pihak lain untuk meneruskan kehidupan seharian.
Bagi umat Islam, dalam usaha mendapatkan keperluan asas atau kehendak lain, wajib diperoleh dengan cara halal. Kemiskinan bukan alasan untuk menghalalkan perbuatan yang salah.
Kemiskinan menghampirkan diri kepada kekufuran. Ia umpama bom jangka bila-bila masa boleh meletup menimbulkan malapetaka dalam masyarakat. Masyarakat yang lebih banyak didiami golongan miskin sentiasa berdepan situasi tegang, terancam dan cemas.
Perbuatan salah mendedahkan diri kepada keadaan yang lebih buruk. Pelakunya berdepan dengan hukuman buatan manusia di dunia ini dan di akhirat pula, akan menerima balasan lebih pedih, melainkan pelakunya sempat bertaubat dan melakukan banyak kebaikan.
Batasan haram dikecualikan hanya dalam keadaan terlalu terdesak atau darurat. Pun begitu, keadaan itu tidak berlaku di negara kita. Golongan miskin berpeluang mendapat bantuan daripada pihak kerajaan, swasta, badan bukan kerajaan dan penderma individu.
Justeru, tidak ada alasan untuk rakyat di negara ini mengatakan dia terpaksa melakukan perbuatan ditegah agama kerana terlalu terdesak untuk memenuhi keperluan hidup.
Rakyat Malaysia bernasib baik kerana peluang pekerjaan masih terbuka luas di negara kita. Berjuta-juta rakyat negara lain datang ke Malaysia mencari rezeki yang dikatakan sebagai lubuk emas.
Kekuatan rohani dan jasmani penting dalam usaha mencari rezeki. Kita mesti berfikir dengan positif dan gunakan kekuatan fizikal untuk melakukan usaha bersesuaian. Keyakinan terhadap kemampuan diri penting bagi menjana semangat melakukan usaha kebaikan.
Rasa keyakinan diri termasuk dalam erti bersyukur. Kita berasakan apa yang dikurniakan Allah dari segi kekuatan akal, fizikal, masa hidup dan peluang yang ada sebagai satu anugerah perlu dimanfaatkan sepenuhnya.
Ada individu serba kekurangan dari segi fizikal, tetapi dapat hidup berdikari. Mereka tidak menjadikan kecacatan sebagai alasan untuk mendapat simpati orang ramai. Justeru, mengapa pula individu yang sempurna fizikal tidak dapat melakukan lebih baik daripada itu?
Yakin diri lahir daripada individu yang mengenali kelebihan dan kelemahan diri sendiri. Kelebihan dianugerah Allah adalah amanah untuk melakukan kebaikan.
Individu yang mencipta kejayaan cemerlang memulakan usaha dengan yakin pada diri. Semangat berdikari dan tidak mudah menyerah kalah.
Jika berdepan masalah atau kegagalan, itu satu kenyataan yang mesti diterima dengan hati dan fikiran terbuka. Apa yang penting, jangan mudah patah semangat. Pertolongan Allah akan datang daripada segenap penjuru yang tidak disangka membantu mereka yang tidak berputus asa.
Firman Allah yang bermaksud: “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat serta pertolongan Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah, melainkan kaum yang kafir.” – (Surah Yusuf, ayat 87)
Biarpun Islam menggalakkan umatnya mencari harta, tetapi Islam melarang keras mengumpul harta melalui jalan yang salah. Harta diperoleh secara salah, tidak ada keberkatannya. Bila-bila masa ia akan bertukar menjadi satu bebanan dan hilang tanpa disangka.
Keberkatan bermaksud kebahagiaan hasil apa yang diperoleh atau dilakukan. Ia juga membawa maksud bertambah dan semakin baik. Harta yang diberkati akan terus berkekalan dan mencukupi untuk membiayai hidup walaupun jumlahnya sedikit saja.
Justeru, kita perlu berusaha dengan ikhlas dan mengikut jalan yang diredai Allah dengan sentiasa memohon keberkatan daripada-Nya. Tidak guna memperoleh kekayaan yang banyak, sedangkan tidak berkat.
Soal keberkatan tidak boleh diambil mudah. Biarlah tidak berpeluang memiliki harta banyak, asalkan apa yang dimiliki, biarpun sedikit tetapi diberkati. Kita perlu sentiasa bersyukur dengan apa yang dimiliki.
Firman Allah yang bermaksud: “Sesungguhnya jika bersyukur kamu, akan ditambahkan untuk kamu. Dan jika kufur kamu, sesungguhnya azab-Ku adalah sangat pedih.” – (Surah Ibrahim, ayat 7)
Justeru, jangan bersifat pasif dalam usaha mencari rezeki. Usaha mesti dilipat gandakan dan bersyukurlah dengan apa yang dikurniakan Allah. Manusia digalakkan supaya berdoa memohon kepada Allah untuk mendapat kehidupan lebih baik.
Labels:
Renungan
Thursday, February 3, 2011
Bekerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, untuk kesejukan hati
Work hard is not enough, work smart is much better. Begitu statemen yang sering dilontarkan untuk memotivasi orang meningkatkan produktifitas. Atasan saya menambahkan satu unsur lagi yaitu “bekerja ikhlas“, untuk melengkapi bekerja keras dan bekerja cerdas.
Bekerja ikhlas kadang-kadang memang tidak menjamin menaikkan output. Tapi sebagai proses, bekerja ikhlas memberikan nilai tersendiri. Dengan bekerja secara ikhlas, maka ada nilai satisfaction tertentu yang diperoleh, yang tidak hanya sekedar output. Ketika pekerjaan selesai, disertai dengan rasa ikhlas dalam melakukannya, maka ada kepuasan yang tidak serta merta berkaitan langsung dengan output yang diperoleh.
Bekerja tidak ikhlas, bisa menjadikan orang bermuka cemberut menyelesaikan tugas. Pekerjaan memang selesai, output ada, dan target bisa diperoleh. Tapi keberhasilan yang diperoleh bila bekerja tidak ikhlas, bisa membawa rasa jengkel dan capek.
Orang yang menyelesaikan pekerjaan dengan rasa ikhlas, mempunyai aura tubuh yang menggembirakan. Senyum yang cerah dan riang menyertai orang yang bekerja ikhlas. Sebaliknya orang yang bekerja tidak ikhlas, akan tetap merasa tertekan, dan tidak puas, meski target dan output kegiatannya terpenuhi.
Untuk bekerja secara ikhlas, memerlukan suasana kebatinan yang bersih suci . Seseorang yang kebatinan bersih mampu menerima keberhasilan dan ketidak berhasilan. Selalu siap menerima kenyataan bahwa output kerjanya lebih banyak dinikmati orang lain daripada untuk diri sendiri. Meski sudah kerja keras, dan kerja keras, outputnya ternyata adalah untuk pihak lain.
Di era kompetisi global kerja yang sangat keras dan ketat, bekerja ikhlas, menjadi suatu tantangan yang berat. Tidak mudah untuk menerima kenyataan dimana seorang yang berhasil “menang”, kompetisi dalam bekerja, ternyata outputnya lebih banyak untuk orang lain. Dengan bekerja ikhlas, tantangan yang berat itu menjadi suatu “kenikmatan” yang sulit diukur dengan kata-kata.
Yang pasti, bekerja ikhlas akan membawa kesejukan hati, membawa kedamaian. Ia memancarkan aura keriangan dan kesejukan kepada orang disekitarnya.
How to do it ?
kalau rasa tak mampu ..berenti jee lah !! beri kerja kita pada org lain yg nak kerja !!!aku paling tak suka ......bila tak kerja nak kerja ..bila beri kerja merungut ...!! berenti jeee laaa ..jgn sot set ..pot pet
Bekerja ikhlas kadang-kadang memang tidak menjamin menaikkan output. Tapi sebagai proses, bekerja ikhlas memberikan nilai tersendiri. Dengan bekerja secara ikhlas, maka ada nilai satisfaction tertentu yang diperoleh, yang tidak hanya sekedar output. Ketika pekerjaan selesai, disertai dengan rasa ikhlas dalam melakukannya, maka ada kepuasan yang tidak serta merta berkaitan langsung dengan output yang diperoleh.
Bekerja tidak ikhlas, bisa menjadikan orang bermuka cemberut menyelesaikan tugas. Pekerjaan memang selesai, output ada, dan target bisa diperoleh. Tapi keberhasilan yang diperoleh bila bekerja tidak ikhlas, bisa membawa rasa jengkel dan capek.
Orang yang menyelesaikan pekerjaan dengan rasa ikhlas, mempunyai aura tubuh yang menggembirakan. Senyum yang cerah dan riang menyertai orang yang bekerja ikhlas. Sebaliknya orang yang bekerja tidak ikhlas, akan tetap merasa tertekan, dan tidak puas, meski target dan output kegiatannya terpenuhi.
Untuk bekerja secara ikhlas, memerlukan suasana kebatinan yang bersih suci . Seseorang yang kebatinan bersih mampu menerima keberhasilan dan ketidak berhasilan. Selalu siap menerima kenyataan bahwa output kerjanya lebih banyak dinikmati orang lain daripada untuk diri sendiri. Meski sudah kerja keras, dan kerja keras, outputnya ternyata adalah untuk pihak lain.
Di era kompetisi global kerja yang sangat keras dan ketat, bekerja ikhlas, menjadi suatu tantangan yang berat. Tidak mudah untuk menerima kenyataan dimana seorang yang berhasil “menang”, kompetisi dalam bekerja, ternyata outputnya lebih banyak untuk orang lain. Dengan bekerja ikhlas, tantangan yang berat itu menjadi suatu “kenikmatan” yang sulit diukur dengan kata-kata.
Yang pasti, bekerja ikhlas akan membawa kesejukan hati, membawa kedamaian. Ia memancarkan aura keriangan dan kesejukan kepada orang disekitarnya.
How to do it ?
kalau rasa tak mampu ..berenti jee lah !! beri kerja kita pada org lain yg nak kerja !!!aku paling tak suka ......bila tak kerja nak kerja ..bila beri kerja merungut ...!! berenti jeee laaa ..jgn sot set ..pot pet
Labels:
Renungan
Menurut INTAN (1994), ikhlas pula bermaksud hati yang bersih, jujur dan suci. Jika seseorang itu ikhlas dalam kerjanya ia akan menjalankan tugas tersebut dengan sempurna dan menghasilkan output yang memuaskan secara berterusan. Tanpa sifat ikhlas,
seseorang itu akan sentiasa merungut, menyalahkan orang lain, menunjuk-nunjuk dan gagal melaksanakan tugasnya dengan baik. Seseorang yang tidak ikhlas, tidak dapat melaksanakan tugas yang cemerlang secara berterusan. Seseorang yang bekerja kuat semata-mata untuk menerima anjakan gaji akan merosot prestasinya apabila ia telah berjaya memperolehinya. Manakala orang yang mempunyai sifat ikhlas, sentiasa bekerja keras untuk meningkatkan mutu kerjanya secara berterusan walaupun beliau tidak dianugerahkan Tokoh Khidmat Cemerlang, mendapat anjakan gaji atau puji-pujian daripada ketuanya. Seseorang yang ikhlas melakukan kerjanya bukan disebabkan oleh ganjaran jangka pendek tetapi berkhidmat dengan penuh keredhaan di samping memberi sumbangan untuk kesejahteraan masyarakat. Orang yang tidak ikhlas dalam menjalankan kerjanya selalu bermuka-muka dan gemar mengampu-ampu. Sesungguhnya orang yang bersifat sedemikian adalah berakhlak rendah.
Labels:
Renungan
Kerja Satu Ibadah
Kerja adalah satu ibadah ....
Sebagai hamba Allah, amat penting untuk kita menyedari untuk memastikan segala pekerjaan yang kita lakukan tidak lain dan tidak bukan, hanya semata kerana Allah. Tidak terlintas di dalam hati untuk mengharapkan pujian, pangkat dan harta tetapi apabila dikurniakan Allah lantaran ikhlas dalam melaksanakan sesuatu pekerjaan, anggaplah ia merupakan kurniaan Allah yang menghargai hambaNya yang ikhlas sepanjang perjalanan hidupnya dalam menjunjung apa yang diperintahkanNya dan meninggalkan apa yang dilarangNya.
jangan merungut .....jangan sok set....jangan pot pet ...kerana itu semua tanda tanda awal ketandusan dalam keihlasan kita menguruskan satu amanah yg diberikan ....buatlah selagi termampu ......kalaulah kerja satu amalan !!!so ,,,,Jangan berkira bila hendak beramal, .....kemanisan bekerja akan wujud bila kita buat dgn hati yg penuh iklas mengharapkan ganjaran dari Allah ...cuma kekadang org asyik terfikir tentang terlebih kerja yg dibuat .....terfikirkah kita andainya terkurang kerja dgn bayaran kita terima ?!!!!kerja goyang kaki bukan kerja namanya ....hu hu
ingatlah ramai lagi yg tak kerja di luar sana.....mungkin mereka lebih mampu untuk melaksanakan kerja atau sanggup untuk melaksanakan kerja lebih baik dari kita ....
jangan terlalu merungut bila diberi kerja ,kerana kita yg nak bekerja,yang ngegeh nak kerja adalah KITA ..kita yg mohon untuk kerja so bekerjalah kita ...tak nak kerja berenti !!!relax,goyang kaki ,jadi tokey jadi bos ,tak perlu merungut ..dok diam diam kat rumah ........ini asyik sebut kerja terlalu banyak ...kerja apa ?????? kalau kita yakin kita percaya setiap yg terlebih kita buat tu ada anjaran pastinya kita tak merungut ,!!!janganlah kita MERUNGUT NAK TENGOK ASRAMA !! KERANA KITA BUKAN WARDEN !Pernahkan kita merungut KERANA KITA MEMBELEK BELEK KATALOG ATAU KAIN BATIK WAKTU SEKOLAH !!! takpayah lah merungut kerana bukan setiap hari kita buat dan apa salahnya kerna untuk anak didik kita ....bukan untuk warden ....nak jadi warden kita alu-alukan
Buat Kawan-kawan selalulah melihat dan pandang dunia luar ...buatlah perbandingan "compare compare"lah selalu dgn org lain jgn dok syok sendiri(aku nampak susahnya nak menerima perubahan ..ikhlas kau kata ...sebab aku nampak) ....lakukanlah perubahan ,.....buatlah perbandingan dgn orang lain yg lebih sibuk dari kita ...jangan hanya sekadar menyibuk dgn kita byak tugas ..tapi sibuklah kita yang nak melaksankan kerja ...selamat bekerja ...kerna kerja kita adalah IBADAH untuk bekalan akhirat ..jgn berkira sgt dgn tugasan kita.... agar tidak pudar niat dan keihklasan kita pada Allah .....
Sebagai hamba Allah, amat penting untuk kita menyedari untuk memastikan segala pekerjaan yang kita lakukan tidak lain dan tidak bukan, hanya semata kerana Allah. Tidak terlintas di dalam hati untuk mengharapkan pujian, pangkat dan harta tetapi apabila dikurniakan Allah lantaran ikhlas dalam melaksanakan sesuatu pekerjaan, anggaplah ia merupakan kurniaan Allah yang menghargai hambaNya yang ikhlas sepanjang perjalanan hidupnya dalam menjunjung apa yang diperintahkanNya dan meninggalkan apa yang dilarangNya.
jangan merungut .....jangan sok set....jangan pot pet ...kerana itu semua tanda tanda awal ketandusan dalam keihlasan kita menguruskan satu amanah yg diberikan ....buatlah selagi termampu ......kalaulah kerja satu amalan !!!so ,,,,Jangan berkira bila hendak beramal, .....kemanisan bekerja akan wujud bila kita buat dgn hati yg penuh iklas mengharapkan ganjaran dari Allah ...cuma kekadang org asyik terfikir tentang terlebih kerja yg dibuat .....terfikirkah kita andainya terkurang kerja dgn bayaran kita terima ?!!!!kerja goyang kaki bukan kerja namanya ....hu hu
ingatlah ramai lagi yg tak kerja di luar sana.....mungkin mereka lebih mampu untuk melaksanakan kerja atau sanggup untuk melaksanakan kerja lebih baik dari kita ....
jangan terlalu merungut bila diberi kerja ,kerana kita yg nak bekerja,yang ngegeh nak kerja adalah KITA ..kita yg mohon untuk kerja so bekerjalah kita ...tak nak kerja berenti !!!relax,goyang kaki ,jadi tokey jadi bos ,tak perlu merungut ..dok diam diam kat rumah ........ini asyik sebut kerja terlalu banyak ...kerja apa ?????? kalau kita yakin kita percaya setiap yg terlebih kita buat tu ada anjaran pastinya kita tak merungut ,!!!janganlah kita MERUNGUT NAK TENGOK ASRAMA !! KERANA KITA BUKAN WARDEN !Pernahkan kita merungut KERANA KITA MEMBELEK BELEK KATALOG ATAU KAIN BATIK WAKTU SEKOLAH !!! takpayah lah merungut kerana bukan setiap hari kita buat dan apa salahnya kerna untuk anak didik kita ....bukan untuk warden ....nak jadi warden kita alu-alukan
Buat Kawan-kawan selalulah melihat dan pandang dunia luar ...buatlah perbandingan "compare compare"lah selalu dgn org lain jgn dok syok sendiri(aku nampak susahnya nak menerima perubahan ..ikhlas kau kata ...sebab aku nampak) ....lakukanlah perubahan ,.....buatlah perbandingan dgn orang lain yg lebih sibuk dari kita ...jangan hanya sekadar menyibuk dgn kita byak tugas ..tapi sibuklah kita yang nak melaksankan kerja ...selamat bekerja ...kerna kerja kita adalah IBADAH untuk bekalan akhirat ..jgn berkira sgt dgn tugasan kita.... agar tidak pudar niat dan keihklasan kita pada Allah .....
Labels:
Renungan
Tuesday, February 1, 2011
Setahun Sudah Berlalu Meninggakan SM Sains Miri
Hari Ini genaplah setahun kaki melangkah meninggalkan SMSM ..bayak memori yang terus segar .....SMSM...TQ..mendidik aku menjadi matang dalam menghadapi kerenah mereka mereka .....
Labels:
Renungan
Monday, January 31, 2011
Jangan Sombong Dengan Pangkat Darjat....yang Kou Miliki
Ramai orang yang sombong dengan pangkat, kekayaan, glamour, kelebihan, harta dan sebagainya.jangan kita ada gelaran semua peraturan semua undang-undang tidak perlu lagi kita patuhi ...tidak perlu kita ikuti lagi ...peraturan undang undang hanya yang tidak bergelar datuk / Datin ....maka sesuka hati kita boleh arahkan itu ini ...kita bisa atur itu ini ...kita boleh komplen sesuka hati ......aku tak heran ....
Ingatlah, Barangsiapa yang membuat amalan dengan sombong, Allah akan membuka keaiban dan kekurangan dari amalan tersebut (maksud Hadith Muslim)
Hari ini, kita dipuji oleh orang lain, kita disanjung oleh orang lain, kita di puja oleh orang lain bukan kerana kehebatan kita, Kita dipuji oleh orang lain kerana Allah menutup keaiban kita. Jika Allah membuka keaiban kita, tidak ada lagi kemuliaan di sisi manusia.
oleh itu, jangan sombong dengan apa yang kita ada. Tawadhuklah, kerana orang yang tawadhuk kerana Allah akan diangkat darjatnya di mata manusia (maksud hadith at-Tarmizi)
Labels:
Renungan
Saturday, January 15, 2011
Manisnya Ujian Allah Bagi yang Mengerti
Penat berjalan melalui rutin dan hidup hari demi hari. Terasa sakit dan pening kepala memikirkan semua benda yang perlu dilangsaikan. Itu hanya sakit lahiriah, bukan pada batinnya pula! Memikirkan diri sendiri dan ummah lebih membimbangkan. Apakah kesudahan.
Hah. Begitulah hidup kita dalam dunia ini. Allah sering sapa diri kita dengan ujian. Tidak dinamakan seseorang itu hamba Allah jika tidak menerima ujian yang Allah berikan. Dan tidak dapat dikatakan seseorang itu beriman jika tiada sifat sabar. Dan tiadalah dikatakan seseorang itu SABAR jika tiada dugaan yang akan menguji kesabarannya.
Kadang-kadang, kita cepat sangat untuk mengeluh dan merasa lelah atas semua apa yang telah menimpa dan apa yang telah kita lakukan. Lambat laun, keluhan yang keluar dari bibir dan penat yang dituturkan akan membuahkan sifat malas dan rasa putus asa dalam diri seseorang.
Ujian Allah = Kasih Sayang-Nya
Dalam menempuh hidup disertai dengan ujian daripada Allah, perlu kita ingat, ujian dan dugaan itu adalah tarbiah Allah. Cuba ingat kembali apakah hikmah selepas ujian Allah itu, adakah kita merasa lebih tenang dalam kesenangan? Atau merasa lebih susah dalam kesusahan? Saya yakin deh! Kita semua boleh berfikir dan renung sejenak, disetiap ujian yang Allah turunkan, ada kebaikan akhirnya. Cuma, mahu tidak mahu sahaja untuk kita berfikir.
Ujian yang Allah berikan itu datang daripada pelbagai arah. Sama ada kita dipermainkan, dihina, dimaki dan dikhianati oleh hamba Allah yang kita kasihi, cintai, sayangi dan yang kita kenali, juga suatu penyakit yang Allah turunkan. Itu semua adalah kasih sayang Allah.
Allah sebenarnya ingin mengajar kita untuk lebih tabah dan tetap teguh dengan pendirian kita yang kita pegang. Allah ingin memberitahu kita banyak sangat perkara yang boleh membuat kita mendapat tiket untuk ke syurga-Nya.
Apabila ujian datang menimpa, kadangkala, kita terasa ujian yang Allah berikan itu datangnya seperti hujan, tidak henti-henti sudahnya. Dan juga, kadangkala terasa seperti diri kita sahaja yang Allah berikan ujian seperti itu.
Kita sering terlupa, bahawa setiap manusia telah dan akan Allah uji dengan cara yang lain. Kita terlupa, bahawa ada hamba Allah yang lain yang lebih teruk dan hebat ujian diri mereka. Begitulah sifat kita sebagai manusia. Seringkali terlupa. Rasanya ungkapan Tun Mahathir yang berbunyi ‘Melayu Mudah Lupa’ patut digantikan dengan ungkapan ‘Hamba Allah Mudah Lupa’.
Hah. Begitulah hidup kita dalam dunia ini. Allah sering sapa diri kita dengan ujian. Tidak dinamakan seseorang itu hamba Allah jika tidak menerima ujian yang Allah berikan. Dan tidak dapat dikatakan seseorang itu beriman jika tiada sifat sabar. Dan tiadalah dikatakan seseorang itu SABAR jika tiada dugaan yang akan menguji kesabarannya.
Kadang-kadang, kita cepat sangat untuk mengeluh dan merasa lelah atas semua apa yang telah menimpa dan apa yang telah kita lakukan. Lambat laun, keluhan yang keluar dari bibir dan penat yang dituturkan akan membuahkan sifat malas dan rasa putus asa dalam diri seseorang.
Ujian Allah = Kasih Sayang-Nya
Dalam menempuh hidup disertai dengan ujian daripada Allah, perlu kita ingat, ujian dan dugaan itu adalah tarbiah Allah. Cuba ingat kembali apakah hikmah selepas ujian Allah itu, adakah kita merasa lebih tenang dalam kesenangan? Atau merasa lebih susah dalam kesusahan? Saya yakin deh! Kita semua boleh berfikir dan renung sejenak, disetiap ujian yang Allah turunkan, ada kebaikan akhirnya. Cuma, mahu tidak mahu sahaja untuk kita berfikir.
Ujian yang Allah berikan itu datang daripada pelbagai arah. Sama ada kita dipermainkan, dihina, dimaki dan dikhianati oleh hamba Allah yang kita kasihi, cintai, sayangi dan yang kita kenali, juga suatu penyakit yang Allah turunkan. Itu semua adalah kasih sayang Allah.
Allah sebenarnya ingin mengajar kita untuk lebih tabah dan tetap teguh dengan pendirian kita yang kita pegang. Allah ingin memberitahu kita banyak sangat perkara yang boleh membuat kita mendapat tiket untuk ke syurga-Nya.
Apabila ujian datang menimpa, kadangkala, kita terasa ujian yang Allah berikan itu datangnya seperti hujan, tidak henti-henti sudahnya. Dan juga, kadangkala terasa seperti diri kita sahaja yang Allah berikan ujian seperti itu.
Kita sering terlupa, bahawa setiap manusia telah dan akan Allah uji dengan cara yang lain. Kita terlupa, bahawa ada hamba Allah yang lain yang lebih teruk dan hebat ujian diri mereka. Begitulah sifat kita sebagai manusia. Seringkali terlupa. Rasanya ungkapan Tun Mahathir yang berbunyi ‘Melayu Mudah Lupa’ patut digantikan dengan ungkapan ‘Hamba Allah Mudah Lupa’.
Labels:
Renungan
Sunday, January 2, 2011
Wahai Anak Warga Sainsri & Brainsrian ...jadilah diri kamu yang terbaik
Anak didik Brains Sainsrian
Lalui perjalan pemusafiran masa
dengan sejuta tabah menghias liku liku rentak
bersama kaki melangkah bertatih cermat
agar tidak tersungkur di lembah kepayahan
selamat dalam lautan gelombang kesesatan
Pegang eratlah sebuah warisan
bukan warisan pusaka
jauh sekali warisan harta
kemas gagah jagan kau goyah
menjamah peningalan keimanan
tak tenggelam andainya kau
memiliki pelampong kehidupan
yang bernama
Quran dan Hadis ..
teruskan kehiduopan anda yang boleh dipilih ...
moazmar Batu Rakit 2 Jan 2011
Labels:
Renungan
Friday, December 31, 2010
Cikgu Tabahkan Hati Melayan Kerenah Anak Muridmu 2011...
Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa saja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.
Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di lbu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakill seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.
Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulang ilmu
Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.
setiap keihklasan yang kau teburkan itu pasti ada kebikan dan ganjaran dari Allah swt ..cuma keihlasan sahaja yg ternilai ..cikgu ....teruskan usaha ...di 2011
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa saja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.
Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di lbu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakill seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.
Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulang ilmu
Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.
setiap keihklasan yang kau teburkan itu pasti ada kebikan dan ganjaran dari Allah swt ..cuma keihlasan sahaja yg ternilai ..cikgu ....teruskan usaha ...di 2011
Labels:
Renungan
Monday, December 27, 2010
Sekolah Bodoh Atau Diri Sendiri Yang ???
salam semua ...buat anak didik BRaInS ....Bersyukur dengan apa yg kita ada ..tadi semopat meninjau komen komen di FB ...so terkilan sebab ada segelintir pelajar yang tidak puas hati pada jadual Outing dan Bermalam ...sebab rasanya balik bermalam itu sebulan sekali ....
so tergerak hati nak dijelaskan disini agar kelapangan dada terbuka dan tidak menjadi nanah yang membusuk dalam badan anak didikku ...
Ketahuilah tinjau ..belek belek tujuan penubuhan SBP di internet jgn hanya buka FB sahaja b
....cari maklumat tentang SBP...matlamat asal penubuhan sekolah .Ketahuilah anak didikku .wujudnya untuk memberi peluang kepada pelajar pelajar cemerlang daripada keluarga miskin bumiputera di luar bandar...so untuk pelajar cemerlang luar bandar ..kalau anda terasa ingin balik setiap minggu ...ingin balik setiqap hari ...persilakan tiada siapa yag marah dan dengki dengan anda ....cuma bukan di sekolah SBP ..ayuh ke sekolah harian yang berlambak nun diluar sana.....kenapa nak menyusahkan diri, terasa dipenjarakan disini sedangkan anda masih mampu membebaskan diri keluar dari BRAINS ...menjadi pelajar harian semua anda bebas buat apa sahaja mengikut peraturan dan undang undang sendiri ...berilah peluang ini kepada mereka yang lebih memerlukan dari anda ..anda kaya ..anda hebat kenapa perlu berada disini ....so kalau terasa di SBP memberi bebanan kepada anda .. baik berundur supaya luka keperitan anda tak akan terus menanah dan berulat ....pilihan ditangan anda ..jangan asyik menyalahkan orang lain ....memperbodohkan peraturan sekolah DSB.....
sememangnya kita tahu bertapa sukarnya pelajar yang miskin untuk mereka berulang alik ke kg walau sebulan sekali .....itu belum difikirkan lagi pelajar yang nun jauh di KL ..kuantan ....fikir fikirlah tak semua pelajar mampu dan kaya seperti anda ......bersyukurlah dengan apa yang telah tersurat ..atau dipersilakan untuk membebaskan diri anda ..jgnlah cuba mencetuskan duri duri masalah di BRAINS ....kalau 2010 tidak ada Jadual Outing ...
...so buatlah pilihan terbaik ....jgan jadikan sekolah terpaksa menuruti kemahuan anda tanpa menhgiraukan kebajikan orang lain ...
jangan orang anggap anda hanyalah kemucup yang menggangu di perjalanan untuk terus mara ke depan ....sedarlah kita di SBP bukan sekolah asrama biasa
so tergerak hati nak dijelaskan disini agar kelapangan dada terbuka dan tidak menjadi nanah yang membusuk dalam badan anak didikku ...
Ketahuilah tinjau ..belek belek tujuan penubuhan SBP di internet jgn hanya buka FB sahaja b
....cari maklumat tentang SBP...matlamat asal penubuhan sekolah .Ketahuilah anak didikku .wujudnya untuk memberi peluang kepada pelajar pelajar cemerlang daripada keluarga miskin bumiputera di luar bandar...so untuk pelajar cemerlang luar bandar ..kalau anda terasa ingin balik setiap minggu ...ingin balik setiqap hari ...persilakan tiada siapa yag marah dan dengki dengan anda ....cuma bukan di sekolah SBP ..ayuh ke sekolah harian yang berlambak nun diluar sana.....kenapa nak menyusahkan diri, terasa dipenjarakan disini sedangkan anda masih mampu membebaskan diri keluar dari BRAINS ...menjadi pelajar harian semua anda bebas buat apa sahaja mengikut peraturan dan undang undang sendiri ...berilah peluang ini kepada mereka yang lebih memerlukan dari anda ..anda kaya ..anda hebat kenapa perlu berada disini ....so kalau terasa di SBP memberi bebanan kepada anda .. baik berundur supaya luka keperitan anda tak akan terus menanah dan berulat ....pilihan ditangan anda ..jangan asyik menyalahkan orang lain ....memperbodohkan peraturan sekolah DSB.....
sememangnya kita tahu bertapa sukarnya pelajar yang miskin untuk mereka berulang alik ke kg walau sebulan sekali .....itu belum difikirkan lagi pelajar yang nun jauh di KL ..kuantan ....fikir fikirlah tak semua pelajar mampu dan kaya seperti anda ......bersyukurlah dengan apa yang telah tersurat ..atau dipersilakan untuk membebaskan diri anda ..jgnlah cuba mencetuskan duri duri masalah di BRAINS ....kalau 2010 tidak ada Jadual Outing ...
...so buatlah pilihan terbaik ....jgan jadikan sekolah terpaksa menuruti kemahuan anda tanpa menhgiraukan kebajikan orang lain ...
jangan orang anggap anda hanyalah kemucup yang menggangu di perjalanan untuk terus mara ke depan ....sedarlah kita di SBP bukan sekolah asrama biasa
Labels:
Renungan
Mati itu Nasihat Terbaik
Apabila tiba masa kita melihat mereka yang hend
ak menanam kita .....Mengingati mati bukannya hendak mati cepat. Tetapi ia adalah persediaan.
Memikirkan kematian, membuatkan saya mendapat sesuatu.
Bukankah mati itu boleh menjadi motivasi?
Ya. Motivasi untuk diri. Juga untuk hati.
Oh kamu yang masih hidup, tidakkah kamu memerhati?
Mengingati mati, menghargai kehidupan.
Mati itu tidak mampu dijangka. Bila-bila masa sahaja diri boleh dipanggil pergi. Pagi, petang, siang, malam. Masa berjalan, memandu, tidur, hatta semasa membuang air. Tua, muda, tidak kenal usia. Bila-bila masa.
Alangkah indahnya bagi yang memahami seni dalam kematian. Halus dan tersembunyi.
Maka tidakkah orang yang memahami perkara ini, akan menghargai hari yang sedang dilalui?
sesiapa yang memahami hakikat kematian, dan menyedari akan seni kematian yang sebenar, dia akan bermati-matian berusaha dalam kehidupannya.
Siapakah yang mengahayati kematian, kemudian dia bermain-main dalam kehidupannya?
Hidup itu dua kali. Mati hanya sekali sahaja. Dan hidup yang kali kedua itu, diputuskan keadaanya dengan apa yang telah kita lakukan pada kehidupan yang sebelum melangkah pintu kematian.
Kamu yang masih hidup, tidakkah kamu memikirkan?
Sungguh, kematian adalah satu motivasi yang hebat.
“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati, dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka sesungguhnya ia telah berjaya. Dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya.” Surah Ali-Imran ayat 185.
ak menanam kita .....Mengingati mati bukannya hendak mati cepat. Tetapi ia adalah persediaan.
Memikirkan kematian, membuatkan saya mendapat sesuatu.
Bukankah mati itu boleh menjadi motivasi?
Ya. Motivasi untuk diri. Juga untuk hati.
Oh kamu yang masih hidup, tidakkah kamu memerhati?
Mengingati mati, menghargai kehidupan.
Mati itu tidak mampu dijangka. Bila-bila masa sahaja diri boleh dipanggil pergi. Pagi, petang, siang, malam. Masa berjalan, memandu, tidur, hatta semasa membuang air. Tua, muda, tidak kenal usia. Bila-bila masa.
Alangkah indahnya bagi yang memahami seni dalam kematian. Halus dan tersembunyi.
Maka tidakkah orang yang memahami perkara ini, akan menghargai hari yang sedang dilalui?
sesiapa yang memahami hakikat kematian, dan menyedari akan seni kematian yang sebenar, dia akan bermati-matian berusaha dalam kehidupannya.
Siapakah yang mengahayati kematian, kemudian dia bermain-main dalam kehidupannya?
Hidup itu dua kali. Mati hanya sekali sahaja. Dan hidup yang kali kedua itu, diputuskan keadaanya dengan apa yang telah kita lakukan pada kehidupan yang sebelum melangkah pintu kematian.
Kamu yang masih hidup, tidakkah kamu memikirkan?
Sungguh, kematian adalah satu motivasi yang hebat.
“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati, dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka sesungguhnya ia telah berjaya. Dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya.” Surah Ali-Imran ayat 185.
Labels:
Renungan
Sunday, December 26, 2010
Penyakit Riya, Bakhil dan Kikir
Riya adalah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud menunjuk kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah seperti sholat, puasa, sedekah, dan sebagainya.
Ciri-ciri riya:
Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan. Sedangkan orang munafik ada tiga tanda yakni apabila berbicara bohong, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. (HR. Ibnu Babawih).
Orang yang riya’, maka amal perbuatannya sia-sia belaka.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia” [QS. Al-Baqarah: 264]
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya” [Al Maa’uun 4-6]
Riya membuat amal sia-sia sebagaimana syirik. (HR. Ar-Rabii’)
Sesungguhnya riya adalah syirik yang kecil. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
Imam Al Ghazali mengumpamakan orang yang riya itu sebagai orang yang malas ketika dia hanya berdua saja dengan rajanya. Namun ketika ada budak sang raja hadir, baru dia bekerja dan berbuat baik untuk mendapat pujian dari budak-budak tersebut.
Nah orang yang riya juga begitu. Ketika hanya berdua dengan Allah Sang Raja Segala Raja, dia malas dan enggan beribadah. Tapi ketika ada manusia yang tak lebih dari hamba/budak Allah, maka dia jadi rajin sholat, bersedekah, dan sebagainya untuk mendapat pujian para atasan sahaja. Adakah hal itu tidak menggelikan?
Agar terhindar dari riya, kita harus meniatkan segala amal kita untuk Allah ta’ala (Lillahi ta’ala).
Bakhil atau Kikir
Bakhil alias Kikir adalah satu penyakit hati karena terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau bersedekah.
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Ali ‘Imran 180]
Padahal segala harta kita termasuk diri kita adalah milik Allah. Saat kita lahir kita tidak punya apa-apa. Telanjang tanpa pakaian . Saat mati pun kita tidak membawa apa-apa kecuali beberapa helai kain yang segera membusuk bersama kita.
Sesungguhnya harta yang kita simpan itu bukan harta kita yang sejati. Saat kita mati tidak akan ada gunanya bagi kita. Begitu pula dengan harta yang kita pakai untuk hidup bermegah-megahan seperti beli kereta dan rumah mewah.
“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa” [Al Lail 8-11]
Yang justru jadi harta yang bermanfaat bagi kita di akhirat nanti adalah harta yang kita belanjakan di jalan Allah atau disedekahkan. Harta tersebut akan jadi pahala yang balasannya adalah istana surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” [Al Hadiid 21]
Ciri-ciri riya:
Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan. Sedangkan orang munafik ada tiga tanda yakni apabila berbicara bohong, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. (HR. Ibnu Babawih).
Orang yang riya’, maka amal perbuatannya sia-sia belaka.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia” [QS. Al-Baqarah: 264]
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya” [Al Maa’uun 4-6]
Riya membuat amal sia-sia sebagaimana syirik. (HR. Ar-Rabii’)
Sesungguhnya riya adalah syirik yang kecil. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
Imam Al Ghazali mengumpamakan orang yang riya itu sebagai orang yang malas ketika dia hanya berdua saja dengan rajanya. Namun ketika ada budak sang raja hadir, baru dia bekerja dan berbuat baik untuk mendapat pujian dari budak-budak tersebut.
Nah orang yang riya juga begitu. Ketika hanya berdua dengan Allah Sang Raja Segala Raja, dia malas dan enggan beribadah. Tapi ketika ada manusia yang tak lebih dari hamba/budak Allah, maka dia jadi rajin sholat, bersedekah, dan sebagainya untuk mendapat pujian para atasan sahaja. Adakah hal itu tidak menggelikan?
Agar terhindar dari riya, kita harus meniatkan segala amal kita untuk Allah ta’ala (Lillahi ta’ala).
Bakhil atau Kikir
Bakhil alias Kikir adalah satu penyakit hati karena terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau bersedekah.
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Ali ‘Imran 180]
Padahal segala harta kita termasuk diri kita adalah milik Allah. Saat kita lahir kita tidak punya apa-apa. Telanjang tanpa pakaian . Saat mati pun kita tidak membawa apa-apa kecuali beberapa helai kain yang segera membusuk bersama kita.
Sesungguhnya harta yang kita simpan itu bukan harta kita yang sejati. Saat kita mati tidak akan ada gunanya bagi kita. Begitu pula dengan harta yang kita pakai untuk hidup bermegah-megahan seperti beli kereta dan rumah mewah.
“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa” [Al Lail 8-11]
Yang justru jadi harta yang bermanfaat bagi kita di akhirat nanti adalah harta yang kita belanjakan di jalan Allah atau disedekahkan. Harta tersebut akan jadi pahala yang balasannya adalah istana surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” [Al Hadiid 21]
Labels:
Renungan
Friday, December 24, 2010
Meniti Ranjau Kepayahan
Saat dosa telah berlaku, hati terasa sesak karena penyesalan berkepanjangan
Saat pahala yang terjadi, dada terasa lapang karena bahagia menyelimuti jiwa
Mengapa setiap orang tak mencari pahala padahal karena pahala
Hidup akan? menjadi indah? penuh warna
Meski jalan-Mu berliku takkan berhenti? tuk kucoba walau
Demi kasihmu-Mu kulewati onak dan duri? kan sepenuh hati
Raih cintamu yang suci murni abadi? selamanya kucari
Saat pahala telah dicatat, malaikat dan bidadari tersenyum dan mendoakan
Saat dosa telah membuat noda, setan tertawa terbahak penuh kemenangan
Memanglah jalan dosa ditaburi bunga digelari karpet merah
Sehingga manusia banyak yang? mencoba semerbak? harumnya
Meski jalan-Mu berliku takkan berhenti tuk kucoba walau
( Meski jalan-Mu menghujam penuh kerikil tajam takkan berhenti kucoba walau )
Demi kasihmu-Mu kulewati onak dan duri kan sepenuh hati
Labels:
Renungan
Thursday, December 23, 2010
Realiti VS Igauan
Bangunan Lawa ..cantik sangat sangat ..Tahniah ....
Jalanya agak ..hu hu sedey ..hu hu ..sedey ..menitis air mata dibuatnya
Tabik spring Kalah BRaInS
adakah semua ini realiti ..atau mimpi ???
kita saksikan ...terima kasih rakan rakan di sana yg mengirim berita ....dari kenyalang
Labels:
Renungan
Tuesday, December 7, 2010
Pandai Tak Semestinya Bijak
Ibubapa sentiasa mahukan anak-anak mereka pandai. Pandai dalam pelajaran menjadi hasrat utama mereka. Anak-anak yang kurang pandai akan sentiasa menimbulkan kemarahan pada ibubapa. Kepandaian anak-anak diukur dari segi pencapaian dalam peperiksaan. Anak-anak yang mampu meraih pangkat A dan lulus dengan cemerlang dianggap buah hati ibubapa. Mereka akan sentiasa di puji dan menjadi buah cerita kepada rakan-rakan dan saudara mara. Pelbagai cara ibubapa lakukan seperti menghantar tuisyen, belikan buku latihan, belikan software belajar dan macam-macam lagi, asal boleh pandai. Pendek kata, anak yang pandai ini menjadi kebanggaan ibubapa mereka.
Masa terus berlalu, anak-anak ini membesar menjadi insan kebanggaan dan seterusnya memperolehi ijazah sarjana. Anak-anak ini akan dijadikan ikon kepada adik-adiknya atau generasi yang lebih muda. Ramai yang ingin mencontohi kepandaian anak ini. Semua ibubapa menjadikannya contoh atau perbandingan kepada anak yang lain. Kehidupan anak ini diteruskan. Setelah memperolehi ijazah sarjana, anak tersebut memulakan era pekerjaan. Pelbagai jawatan dipohon dan akhirnya diterima sebagai seorang pekerja kelas atasan sesuai dengan kepandaian yang dimiliki.
Keluarga bertambah bangga. Setelah beberapa lama menjawat jawatan tersebut anak itu mula menyedari bahawa majikan yang menggajikannya itu rupa-rupanya tidak memiliki sebarang ijazah. Ini menunjukkan bahawa beliau lebih pandai daripada majikannya. Tetapi mengapa beliau terpaksa akur dan bekerja dibawah arahan orang yang memiliki kepandaian yang lebih rendah daripadanya atau dalam ertikata lain orang yang tidak setaraf dengannya. Persoalan demi persoalan timbul dalam kotak fikiran anak tersebut. Sedikit demi sedikit beliau faham bahawa untuk berjaya dalam kehidupan yang realiti seseorang itu sebenarnya memerlukan kebijaksanaan bukan hanya sekadar kepandaian.
Orang yang pandai tidak semestinya bijak. Bijaksana adalah hasil daripada didikan yang betul oleh ibubapa kepada anak-anak. Anak-anak tidak hanya didedahkan dengan ilmu pelajaran tetapi juga didedahkan dengan ilmu yang dikenali sebagai ‘common sense’. Mereka yang mampu berfikir diluar kotak biasanya memiliki ‘common sense’ yang tinggi. Anak-anak yang pandai tidak semestinya memiliki ‘common sense’. Inilah antara punca utama mengapa mereka gagal dalam kehidupan.
Labels:
Renungan
Monday, December 6, 2010
Sombong
stiap perbuatan harus d mulakan dgn niat kerana Dia..dgn berpegang pada niat..setiap perbuatan dan perbualan kita akan diredhai olehNya…amal makruf nahi mungkar.
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Tidak akan masuk syurga, siapa yang di dalam hatinya terdapat seberat zarah kesombongan.” Maka seseorang berkata: “Bagaimana dengan seseorang yang suka memakai baju dan selipar yang cantik?” Maka berkata Rasulullah: Sesungguhnya Allah itu maha indah dan cinta pada keindahan (maksudnya, pakaian indah tidak selalu bererti kesombongan). Alkibr (kesombongan) itu adalah menolak kebenaran dan memandang rendah remeh orang lain.” – (Hadis riwayat Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Tiga golongan yang tidak ditegur Allah, tidak disucikan, dan tidak diperhatikanNya kelak di hari kiamat, dan mendapat seksa yang pedih iaitu: orang tua yang tetap berzina, penguasa (pemimpin) yang dusta, dan fakir yang sombong.” – (Hadis riwayat Muslim)
Rasulullah s.a.w dalam sebuah hadisnya bersabda yang bermaksud: “Barangsiapa merasa dirinya besar, atau angkuh dalam berjalan, dia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.” – (Hadis riwayat Muslim)
AlSurah al-Qashash; ayat 83; Allah S.W.T berfirman yang bermaksud: “Negeri Akhirat itu (kebahagiannya dan keni’matannya) Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerosakan di muka bumi.”
Surah Luqman; ayat 18; Allah S.W.T berfirman yang bermaksud: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (kerana sombong) dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Tidak akan masuk syurga, siapa yang di dalam hatinya terdapat seberat zarah kesombongan.” Maka seseorang berkata: “Bagaimana dengan seseorang yang suka memakai baju dan selipar yang cantik?” Maka berkata Rasulullah: Sesungguhnya Allah itu maha indah dan cinta pada keindahan (maksudnya, pakaian indah tidak selalu bererti kesombongan). Alkibr (kesombongan) itu adalah menolak kebenaran dan memandang rendah remeh orang lain.” – (Hadis riwayat Muslim)
Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Tiga golongan yang tidak ditegur Allah, tidak disucikan, dan tidak diperhatikanNya kelak di hari kiamat, dan mendapat seksa yang pedih iaitu: orang tua yang tetap berzina, penguasa (pemimpin) yang dusta, dan fakir yang sombong.” – (Hadis riwayat Muslim)
Rasulullah s.a.w dalam sebuah hadisnya bersabda yang bermaksud: “Barangsiapa merasa dirinya besar, atau angkuh dalam berjalan, dia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.” – (Hadis riwayat Muslim)
AlSurah al-Qashash; ayat 83; Allah S.W.T berfirman yang bermaksud: “Negeri Akhirat itu (kebahagiannya dan keni’matannya) Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerosakan di muka bumi.”
Surah Luqman; ayat 18; Allah S.W.T berfirman yang bermaksud: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (kerana sombong) dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
Labels:
Renungan
Saturday, October 9, 2010
Bila Sifat Malu Tidak Berfungsi
Biasa kita mendengar, lelaki diistilahkan sebagai kumbang dan wanita pula sebagai bunga. Kalau kumbang suka kepada bunga, lelaki tentulah suka kepada wanita. Sejak remaja lagi keinginan lelaki kepada wanita sudah berputik. Lalu wanita menjadi sasaran usikan lelaki, baik di sekolah, di jalan-jalan raya, di pasar raya, di perhentian bas dan bahkan boleh dikatakan di mana-mana ruang dan peluang. Selagi usikan itu tidak diberi perhatian oleh wanita itu mereka akan terus mencuba dan terus mencuba.
Apakah keistimewaan wanita sehingga begitu kuat menarik perhatian lelaki? Sememangnya wanita lain daripada lelaki, terdapat banyak kelainannya.
Wanita, apapun yang dilakukannya akan mendapat perhatian lelaki, kalau dia berbuat baik, dikagumi, apabila berbuat jahat diminati, apabila dia memakai pakaian menutup aurat dilihat menawan, apabila berpakaian tidak menutup aurat (seksi) dilihat menggoda, dan macam-macam lagi yang menarik perhatian.
Oleh sebab itu Allah S.W.T. mengurniakan kepada wanita sifat malu. Dengan sifat malu itu mereka akan berfikir panjang sebelum melakukan sebarang tindakan. Kalau hendak buat jahat dia akan memikirkan kalau-kalau orang nampak, hendak dedahkan aurat dia takut orang mengganggunya, hendak berjalan seorang dia takut ada orang mengusiknya.
Begitulah peranan malu yang boleh membantu dalam tindak-tanduk seorang wanita. Tapi apa halnya kalau tidak tahu malu? Tentulah mereka tidak akan memikirkan semua itu. Pedulikan apa orang kata, pedulikan kalau orang tengok, tak kisah kalau orang mengganggu dan mengusik, bahkan mereka rasa senang, seronok dan bahagia bila dalam keadaan begitu.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Nabi S.A.W. bersabda yang bermaksud: "Jika kamu tidak malu, buatlah sesuka hatimu."
Hadis ini merupakan sindiran dalam tegahan. Sifat malu itu adalah pokok akhlak yang mulia dan budi pekerti yang terpuji. Tidak payah diletakkan sifat malu ini di atas neraca akal pun sudah mengakui sebagai suatu sifat yang perlu ada pada diri manusia.
Barangkali wanita hari ini kebanyakkannya tidak malu atau kurang malu sebab itu mereka sanggup melakukan apa saja dosa dan maksiat.
Atau barangkali jika sifat malu yang dikurniakan Allah itu sudah tidak berfungsi sepenuhnya. Kalau demikian, bererti tiada iman di dada mereka.
Jelasnya, mereka tidak takut kepada Allah, tidak gerun kepada neraka Allah dan tidak cinta kepada syurga Allah. Mereka langsung tidak takut dengan hukuman yang bakal Allah timpakan ke atas mereka. Ini tandanya mereka tiada iman.
Apabila tidak beriman, maka sifat malu yang sedia ada itu secara automatik akan hilang. Inilah realiti yang tidak boleh dinafikan, buktinya boleh dilihat di mana-mana. Melalui media cetak seperti majalah Hai, Mangga, URTV dan sebagainya, media elektronik seperti rancangan-rancangan hiburan dan bahkan di hadapan mata kita sendiri berbagai ragam dan kemungkaran berlaku, tidak berkecuali dilakukan oleh wanita.
Sayang, wanita yang sepatutnya lebih istimewa daripada lelaki menjadi serendah-rendahnya hanya disebabkan sifat malunya tidak berfungsi sepenuhnya.
Tapi percayalah, kalau semua wanita boleh mengekalkan sifat malunya tentulah mereka akan berpakaian sopan, berakhlak mulia dan ketika itu mereka akan disegani oleh semua pihak. Dengan ini akan terhindarlah gejala buruk yang menimpa kaum wanita
Labels:
Renungan
Subscribe to:
Posts (Atom)




















